Kontroversi Kata-kata Pak Mario Teguh


Masih ingat kata-kata Pak Mario Teguh di twitternya yang sempat menjadi bahan perbincangan di dunia maya? Kurang lebih berbunyi seperti ini, “Wanita yang pas untuk teman pesta, clubbing, bergadang sampai pagi, chit chat yang snob, merokok dan kadang mabuk – tidak mungkin direncanakan jadi istri”. Karena kata-kata itu, tidak sedikit orang yang melakukan protes di account twitter Pak Mario Teguh, dan di beberapa media banyak orang yang menyatakan tidak setuju atas pendapat tersebut. Juga ada beberapa dari kalangan artis yang tidak setuju dengan kata-kata sang motivator saat mereka diwawancara. Ada yang bilang Pak Mario rasis, ada yang bilang pendapatnya subjektif, ada juga yang berpendapat kalau Pak Mario memandang wanita seperti hak milik, dan masih banyak lagi. Tapi kalu menurut saya, kata-kata itu benar kok. Kalau masih suka clubbing, mending jadi'in pacar dulu, jangan jadi istri. Kasian kan anak-anaknya kalau ibunya masih suka clubbing. Jadi kurang perhatian. Dan pasti masih banyak efek negatif lain yang bisa terjadi. Tapi saya tidak bisa memaksakan pendapat saya to? Karena setiap orang pasti punya pandangan yang berbeda-beda.

Yang ingin saya bahas di sini adalah bagaimana cara Pak Mario melakukan pengelakan atas berbagai macam protes yang didapatnya. Pengelakan Pak Mario dilakukannya secara tidak langsung melalui pembicaraannya dengan Ibu Lina istrinya pada sebuah notes di account facebook Pak Mario. Begini bunyi sebagian dari tulisannya :
. . . . . . . . . . . .
Benar atau salah, tetapi jika orang merasa tidak damai karena kebenaran yang kita sampaikan, kita harus meminta maaf.

Kegundahan orang lain kepada kita, saat kita menyampaikan kebenaran, adalah perintah untuk memperbaiki cara dalam menyampaikan kebenaran.

Kita tidak boleh memaksakan cara dalam menyampaikan kebenaran, karena itu akan mengakibatkan orang yang membutuhkan perbaikan hidup itu justru mencemoohkan kebenaran.

Kita tidak boleh meminta maaf atas kebenaran yang kita sampaikan, tetapi kita harus meminta maaf jika kekurang-mampuan kita dalam menyampaikannya mengganggu kedamaian orang lain.

Kita tidak boleh menjadi penyampai kebenaran yang justru membuat orang menjauhi kebenaran.
. . . . . . . . . . . . .

Bagiku kata-kata itu sangat inspiratif. Kata-kata itu menjadi pelajaran yang cukup berharga buat saya. Saya tidak perlu bingung lagi bagaimana harus bertindak jika saya mengalami hal yang hampir sama. Karena kata-kata itu, saya menjadi semakin ngefans sama Pak Mario .

Jika rekan-rekan ingin mengetahui keseluruhan notes tersebut, lihat disini, kalo belum terhapus.
Jika rekan-rekan tidak bisa melihat notes itu karena belum menjadi bagian dari account Mario Teguh, anda dapat add disini, itu juga kalo masih ada. Semoga saja terus ada dan tetap eksis.

Kita boleh saja punya pandangan sendiri terhadap suatu pernyataan, pendapat atau nasehat. Kita juga punya hak untuk menyetujui atau menolaknya. Tapi kita harus berpegang terhadap suatu hal atas perbedaan pandangan itu, yaitu KEBENARAN. Jika pandangan kita jauh dari kebenaran yang diajarkan agama, berarti pandangan kita itu salah. Maka kita wajib merubah pandangan kita menjadi sebuah pandangan yang lebih berpihak pada kebenaran. Jadi renungkan baik-baik mengenai pandangan, pendapat atau pilihan-hidup kita. Jangan sampai perpecahan terjadi karena perbedaan pandangan masing-masing pihak pada suatu kelompok, perkumpulan, keluarga atau bahkan negara, yang tetap dipertahankan tanpa berpikir lebih luas.

0 komentar:

Posting Komentar